Hindari Deh 5 Kegiatan Tidak Produktif Ini Yang Membuat Kamu Malas

Apakah kamu merasa sering malas dan tidak produktif? Kira-kira apa ya penyebabnya? Lalu bagaimana dengan orang sibuk dan orang produktif?

Nah, apabila kamu merasa banyak menghabiskan waktu secara tidak produktif, maka kamu tidak bisa dikategorikan sebagai orang sibuk dan juga produktif.

Lalu, bagaimana agar kamu bisa lebih produktif?

Simak yuk artikel Finansialku kali ini yang akan membahas 5 kegiatan yang membuat kamu malas. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Hidup di Gunung vs Hidup di Kota

Pada tahun 2010, Kilian Jornet menceritakan perbedaan kehidupan di gunung dan di perkotaan.

Kilian mengungkapkan bahwa sebagian besar hidupnya dihabiskan di pegunungan, Beliau telah melakukan pendakian ke Kilimanjaro, Aconcagua, Montblanc, dan Cervino.

Beliau berujar bahwa di gunung dia mengetahui tujuannya, namun sering ragu dengan rute yang harus diambil.

Selain itu, dirinya sangat memperhatikan sekitar, misalnya perubahan cuaca, kondisi bebatuan, dan sebagainya.

Orang Sibuk dan Orang Produktif 02 - Finansialku

[Baca Juga: Hal yang Harus Diperhatikan Pebisnis Properti Sebelum Berinvestasi]

 

Kilian juga menjelaskan bahwa di sela-sela pendakiannya beliau tinggal dalam campervan di Barcelona.

Kilian kerap melihat orang-orang berjalan di sepanjang jalan dengan penuh percaya diri. Artinya mereka tahu pasti akan langkahnya, namun tidak mengetahui tujuan akhirnya.

Hal ini merupakan perumpamaan dari orang sibuk dan orang produktif, di mana yang sibuk hanya terus berjalan tanpa tahu apa tujuannya.

Sebaliknya, yang produktif akan menetapkan tujuannya dengan jelas, kemudian baru mencari jalan untuk mencapai tujuan tersebut.

Nah, bagaimana denganmu? Apakah kamu hidup di gunung atau di kota?

Melalui artikel berikut, Finansialku akan menjabarkan bagaimana ciri-ciri orang produktif serta apa saja kegiatan tidak produktif yang sebaiknya kamu hindari jauh-jauh. Mari simak pembahasannya!

 

Bagaimana Ciri Orang Produktif?

Kata produktif sendiri berasal dari Bahasa Inggris “product” yang berarti “hasil”. Kata ini dikembangkan menjadi “productive” yang berarti menghasilkan.

Menurut Bambang Tri Cahyono (1996:283), produktif merupakan sikap yang berkonsep pada hari ini dimana hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini.

Sedangkan Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan produktif sebagai sesuatu hal yang bersifat mampu menghasilkan dalam jumlah yang besar.

Produktif kerap dikaitkan dengan konsep output atau keluaran yang lebih baik sehingga memberi banyak keuntungan.

Sedangkan pribadi yang produktif biasanya dikaitkan dengan peningkatan kegunaan (utility), yakni Utility of Place (kegunaan tempat), Utility of Time (kegunaan waktu), Utility of Form (kegunaan bentuk), Utility of Ownership/ Possession (kegunaan kepemilikan), dan sebagainya.

Hal ini ditekankan dengan pernyataan Gilmore yang menyatakan bahwa pribadi yang produktif (productive person) ialah individu yang menghasilkan kontribusi bermanfaat bagi lingkungannya.

Nah, seperti apa sih ciri-ciri orang yang produktif itu? Berikut ciri-cirinya dilihat dari berbagai aspek kehidupannya:

 

#1 Misi Hidup

KarakteristikOrang Produktif
Misi Hidup
  • Mereka memiliki misi hidup yang jelas.
  • Mereka memperbolehkan orang lain untuk melihat keraguan dalam hidupnya, karena itu tidak akan menjadi penghalang baginya untuk mencapai tujuan.

 

#2 Prioritas

KarakteristikOrang Produktif
Prioritas
  • Mereka memiliki sedikit prioritas.
  • Memegang teguh prinsip pareto, di mana 80% pencapaian dan hasil yang kamu peroleh adalah hasil dari 20% aktivitas kamu.
  • Berusaha menghasilkan sistem yang lebih baik.

 

#3 Berkata “Iya”

KarakteristikOrang Produktif
Cara berkata “Iya”
  • Mereka berkata “iya” dengan perlahan.
  • Memegang teguh prinsip Warren Buffet dalam integritas, “You say no to most things.”.
  • Nilai yang dituju jelas.


 

#4 Kejelasan Aksi

KarakteristikOrang Produktif
Kejelasan Aksi
  • Berfokus pada kejelasan sebelum beraksi.
  • Sesuai prinsip pareto, mereka tahu jelas apa 20% aktivitas yang harus dilakukan untuk mencapai 80% pencapaian.
  • Memiliki pencatatan kehidupan yang jelas dan tertata.
  • Belajar dari pengalaman.

 

#5 Membuka vs Menutup Pintu

KarakteristikOrang Produktif
Membuka vs Menutup Pintu
  • Mereka menutup semua pintu.
  • Memiliki sedikit opsi untuk mencapai tujuan.

 

#6 Banyak vs Sedikit Bicara

KarakteristikOrang Produktif
Banyak vs Sedikit Bicara
  • Mereka tidak menjelaskan kesibukannya, namun membiarkan hasil yang berbicara.
  • Menjelaskan apa yang telah diraihnya.
  • Memang produktif.

 

#7 Meluangkan Waktu

KarakteristikOrang Produktif
Meluangkan Waktu
  • Mereka tidak peduli seberapa sedikitnya waktu, mereka akan memanfaatkannya secara penuh untuk melakukan apa yang dirasa penting.
  • Tidak membuat alasan.

 

#8 Multitasking

KarakteristikOrang Produktif
Multitasking
  • Mereka tidak multitasking, namun fokus pada satu pekerjaan terlebih dahulu.
  • Tidak mudah teralihkan perhatiannya.

 

#9 Kecepatan Respon

KarakteristikOrang Produktif
Kecepatan Respon
  • Mereka akan mengambil waktu untuk membalas email atau chat.
  • Mengetahui bahwa kepentingan orang lain tidak begitu penting.
  • Manajemen email dan chat-nya baik, berdasarkan tingkat kepentingan.

 

#10 Ekspektasi terhadap Orang Lain

KarakteristikOrang Produktif
Ekspektasi terhadap Orang Lain
  • Mereka mengharapkan orang lain untuk efektif, bukan sibuk.
  • Mengukur output atau hasil.
  • Senang melihat orang lain santai dan menikmati pekerjaannya, selama hasilnya sepadan.
  • Ingin dinilai dari hasilnya.
  • Mengutamakan hasil.

 

#11 Sikap terhadap Perubahan

KarakteristikOrang Produktif
Sikap terhadap Perubahan
  • Mereka sibuk membuat perubahan.
  • Banyak bekerja, sedikit bicara.

 

Tentunya satu lagi yang tidak kalah pentingnya, yaitu orang yang produktif tidak pernah lupa akan perhatian pada kondisi keuangannya.

Mereka selalu ingat bahwa pengelolaan keuangan sangat penting dilakukan mengingat uang merupakan salah satu hal penunjang berbagai aktivitas yang dilakukan.

Kondisi keuangan harus tetap stabil agar tidak mengganggu aktivitas lainnya.

Salah satu cara yang mereka lakukan ialah dengan melakukan perencanaan keuangan.

Perencanaan keuangan dilakukan agar dapat mengetahui hal apa saja yang dapat direncanakan secara keuangan saat ini dan masa mendatang.

Featured-Image-Aplikasi-Finansialku-Catatan-Keuangan-Harian-dan-Perencanaan-Keuangan

[Baca Juga: Infografis #7 Jangan Telat! Persiapkan Dana Hari Tua Sejak Usia Produktif]

 

Kini sudah banyak aplikasi yang dapat membantu kamu dalam melakukan perencanaan keuangan, salah satunya aplikasi Finansialku.

Jika kamu belum memilikinya, download saja langsung melalui Google Play Store atau registrasi terlebih dahulu melalui PC kamu.

Banyak benefit yang dapat dirasakan setelah kamu menggunakan aplikasi tersebut secara rutin.

Apabila ingin lebih expert dalam melakukan perencanaan keuangan, kamu bisa mempelajarinya dari beragam referensi.

Salah satu referensi yang sangat dianjurkan ialah ebook GRATIS Finansialku berikut ini:

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang

 

Bahasa yang digunakan sangat mudah dipahami sehingga kamu bisa langsung mempraktikkannya.

Tunggu apalagi? Ayo lebih produktif dengan senantiasa melakukan perencanaan keuangan!

 

5 Kegiatan Tidak Produktif yang Perlu Kamu Hindari

Nah, kini kamu sudah tahu bukan bagaimana yang dimaksud dengan produktif serta ciri-cirinya? Satu lagi yang bisa meyakinkanmu yaitu benefit dari produktivitas tersebut.

Siapa bilang menjadi produktif tidak bermanfaat bagi diri sendiri? Justru dengan menjadi pribadi yang produktif inilah kamu akan berkembang menjadi lebih baik lagi.

Selain menjadi aset perusahaan yang lebih baik, menjadi produktif berarti memanfaatkan setiap yang kamu punya demi hasil yang optimal.

Hasil ini tentunya yang akan menentukan kesuksesanmu di masa depan, yang membedakanmu dari mereka yang tidak produktif.

Selain itu, menjadi produktif juga mengajarkan kebiasaan baik untuk melakukan apa yang bermanfaat dan menghindari apa yang kurang bermanfaat. Seperti apa kebiasaan yang kurang bermanfaat tersebut?

Untuk itu, Finansialku mengajakmu untuk melihat 5 kegiatan tidak produktif yang hanya akan membuat kamu merasa malas. Yuk hindari 5 kegiatan berikut ini:

 

#1 Kebanyakan Nongkrongin Sosial Media

Awalnya media sosial dirancang untuk menyebarkan informasi secara cepat serta sebagai alat komunikasi dan interaksi jarak jauh.

Namun, media sosial juga telah membuat banyak orang kecanduan, yang menimbulkan beberapa dampak negatif, salah satunya menurunnya produktivitas.

Kebanyakan nongkrongin sosial media bukan hanya membuang waktumu, tapi juga menyebabkan beberapa gangguan (misalnya: gangguan penglihatan, depresi atau kecemasan, hingga gangguan tidur).

Manfaat Penggunaan Media Sosial untuk Karier Anda 01 - Finansialku

[Baca Juga: 8 Cara Meningkatkan Produktivitas untuk Entrepreneur]

 

Mengecek media sosial memang sah-sah saja, selama kamu lakukan dalam batas normal.

Misalnya saja mengeceknya satu atau dua jam sekali selama 10 menit. Namun jika sudah menghabiskan separuh harimu di depan smartphone, ini bahaya.

Hentikan hal ini jika kamu ingin menjadi lebih produktif. Kamu bisa mengurangi aktivitas di media sosial dan mencari informasi dari sumber lain, misalnya dengan berbincang-bincang dengan rekan kerja sesekali.

 

#2 Multitasking

Apakah kamu termasuk orang yang sering melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu? Jika ya, sebaiknya mulai hentikan kebiasaan itu dari sekarang.

Meski terkesan bagus, tapi sebenarnya kebiasaan multitasking membuat produktivitas kerja menjadi menurun.

Multitasking adalah musuh dari produktivitas, sebuah riset membuktikan bahwa produktivitas dapat menurun hingga 40% dan IQ menurun saat seseorang berganti-ganti tugas.

Alasannya karena fokus kamu menjadi terbagi ke dalam beberapa pekerjaan yang kamu lakukan. Imbasnya, pekerjaan tidak selesai tepat waktu, atau bisa jadi tidak ada yang selesai satupun karena dikerjakan secara bersamaan.

Multitasking juga dinilai dapat mengganggu fungsi otak yang berhubungan dengan kontrol emosi dan kemampuan mengambil keputusan.

Hal ini juga dapat membuatmu lebih cepat lelah dan stres bahkan bisa menurunkan kemampuan memori, khususnya short term memory.

Sebaiknya kamu mengerjakan satu pekerjaan hingga tuntas, setelah itu baru kamu bisa melanjutkan pekerjaan lainnya.

Dengan begitu kamu dapat lebih fokus dalam mengerjakannya dan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik.

Namun, jangan lupa untuk membuat prioritas sehingga kamu mengerjakan pekerjaan yang lebih penting terlebih dahulu.

 

#3 Banyak Ngegosip

Jika pada poin 1 dikatakan kamu bisa mengurangi aktivitas media sosialmu dengan cara berbincang-bincang dengan rekan kerja.

Satu hal yang harus kamu perhatikan adalah salah satu penyebab menurunnya produktivitas adalah kebiasaan buruk yang menghambat pekerjaan kamu.

Jadi, berbincang-bincang sebenarnya tidak masalah, namun kebiasaan berbincang-bincang terlalu lama bisa menjadi masalah.

Kamu Harus Rela Melakukan Kegiatan Ini Jika Kamu Memiliki Teman yang Pelit 02 - Finansialku

[Baca Juga: Anda Bisa Kaya Hanya Dengan 10 Tips Sukses Jadi Orang Kaya Sebelum Usia 40 Tahun Ala Warren Buffet]

 

Jika kamu tidak membagi waktu dengan baik, biasanya kamu akan mengambil celah dalam jam kerja kamu untuk melakukannya.

Padahal hal tersebut bisa dicegah dengan melakukannya di pagi hari sebelum masuk kerja.

Lebih baik menyisihkan waktu di luar jam pekerjaan untuk berbincang-bincang dan tidak mengganggu jam kerjamu.

Hindari memotong-motong jam kerja, karena umumnya saat kamu menyela pekerjaan, akan sulit untuk membangun produktivitas kembali setelahnya.

 

#4 Males Gerak (Mager)

Mager alias males gerak memang sudah pasti menganggu produktivitasmu. Dari istilahnya saja sudah jelas, kamu pasti bawaannya ingin beristirahat terus tanpa melakukan apapun.

Namun mager berlebihan ternyata sangat mematikan produktivitas lho Guys! Selain membuat otak dalam keadaan diam, mager juga membuat badan mudah terasa lelah.

Jika kamu mulai merasakan ciri-ciri mager, kami sarankan untuk melawan mager tersebut. Ada banyak aktivitas lain yang bisa membantumu menghilangkan rasa mager tersebut, contohnya saja olah raga.

Berolahraga dapat membantu meningkatkan fungsi otak, sehingga dapat membantu kamu untuk lebih produktif dalam pekerjaan.

Gunakanlah waktu luang kamu dan jadikanlah olah raga sebagai salah satu rutinitas daripada menghabiskan waktu kamu untuk hal-hal yang kurang berguna.

 

#5 Perhatian Mudah Teralihkan

Nilofer Merchant, penulis HBR dan pendiri dari Rubicon Consulting pernah mengatakan bahwa kita perlu memberi perhatian pada apa yang penting dan mengabaikan hal-hal di depan kita yang mengalihkan perhatian.

Penting untuk mengurangi perhatian pada hal-hal yang tidak ada gunanya dan hanya mengganggu fokus kamu kepada pekerjaan.

Sebagai contoh, kurangi penggunaan handphone atau menonton video yang kurang penting.

12-Cara-Fokus-Kerja-1-Finansialku

[Baca Juga: Ilustrasi: Pilih Jadi Orang Kaya atau Orang Bahagia? Kalau Mau Keduanya, Ini Caranya]

 

Jika benar-benar perlu, sediakan waktu setelah kamu selesai mengerjakan satu pekerjaan untuk mengecek handphone daripada melakukannya di sela-sela pekerjaan.

Kamu juga disarankan untuk beristirahat cukup dan menjaga kesehatan setiap harinya agar bisa fokus dan meminimalisasi perhatian yang mudah teralihkan.

Waktu tidur yang disarankan bagi orang dewasa adalah 7 hingga 9 jam per hari. Lalu makanlah makanan yang bergizi dan sehat serta minumlah cukup air agar tubuh tetap sehat dan produktif.

 

Sukses dengan Menjadi Orang Produktif

Apakah kamu merupakan orang yang produktif atau tidak?

Jangan khawatir, di tahun baru ini kamu masih bisa merubah diri dan menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya. Bahkan kamu bisa membuang seluruh kegiatan tidak produktif dan membuang rasa malas.

Jika kamu berhasil, jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman-temanmu yang juga kesulitan membuang kebiasaan buruknya.

 

Adakah pertanyaan mengenai 5 kegiatan tidak produktif yang membuat kamu malas lainnya? Tinggalkan komentar di bawah ini.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan pada kolom di bawah ini,, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. Pengertian Produktif dan Contohnya. Definisimenurutparaahli.com – https://goo.gl/55xoux
  • Conor Neill. 17 Desember 2016. 11 Differences Between Busy People And Productive People. Linkedin.com – https://goo.gl/Ze6Pnk
  • Desy Damay. 27 September 2018. Kurangin Deh, 6 Kegiatan Membuang Waktu Ini Bikin Harimu Gak Produktif. Idntimes.com – https://goo.gl/EdkQUW
  • Susan Ward. 10 Maret 2017. How to Increase Workplace Productivity. Thebalancesmb.com – https://goo.gl/2VQQTr

 

Sumber Gambar:

  • Orang Sibuk dan Orang Produktif 1 – https://goo.gl/hNUWq1
  • Orang Sibuk dan Orang Produktif 2 – https://goo.gl/RqQ4bk
Summary
Hindari Deh 5 Kegiatan Tidak Produktif Ini Yang Membuat Kamu Malas
Article Name
Hindari Deh 5 Kegiatan Tidak Produktif Ini Yang Membuat Kamu Malas
Description
Apakah kamu merasa sering malas dan tidak produktif? Kira-kira apa ya penyebabnya? Lalu bagaimana dengan orang sibuk dan orang produktif?
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo

About the Author:

Fransiska Ardela, S.T
Fransiska Ardela, S.T. memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan. Memiliki ketertarikan dan pengalaman di bidang pendidikan, product management, dan entrepreneurship.

Leave A Comment