Antara pasif income online dan pasif income offline: setiap orang pasti mendambakan pasif income dimana uang akan bekerja dengan sendirinya dan masuk ke kantong kita.

Tapi, ini butuh proses untuk mampu melihat peluang usaha serta mengusahakannya.

Peluang bisnis selalu menawarkan berbagai keuntungan bagi para pengusaha di samping beberapa tantangan yang perlu dikenali.

Pilih mana ya, mendapatkan pasif income dari usaha online atau usaha offline? Kenali berbagai komponen yang perlu Anda pertimbangkan dan ketahui ketika memilih usaha online ataupun offline. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Watch

 

Pasif Income Online atau Pasif Income Offline?

Pasif income? Siapa yang tidak mau?? Anda pun tentu sangat tertarik untuk memiliki pasif income. Kita hanya perlu menikmati uang yang akan bekerja sendiri untuk kita.

Bermimpi memiliki pasif income boleh saja, bahkan jika Anda ingin sukses terutama dalam hal finansial, Anda perlu memiliki mimpi untuk memiliki pasif income.

Ada banyak jalan dan peluang untuk meraih kesuksesan finansial dan merasakan kebebasan finansial alias mendapatkan pasif income.

Setidaknya, ada 2 opsi peluang usaha yang kini bisa menjadi jembatan agar kita bisa menuju posisi pasif income, yaitu usaha online atau offline.

Pilihan Anda akan menentukan bagaimana strategi dan setiap cara yang Anda lakukan untuk meraih pasif income tersebut. Mari simak satu per satu, apa saja yang perlu Anda ketahui jika memiliki usaha online atau offline untuk meraih pasif income.

Antara Pasif Income Online dan Pasif Income Offline 02 Uang Rupiah - Finansialku

[Baca Juga: 2 dari 100 Orang Bisa Mencapai 5 Level Leadership John C Maxwell, Apakah Anda Salah Satunya?]

 

Pasif Income Online

Di zaman yang sudah modern ini, orang bisa melakukan usaha dan mendapatkan keuntungan hanya dengan duduk diam di rumah dan tidak perlu pergi ke kantor seharian dengan berbagai tuntutan dan deadline dari atasan.

Usaha online memungkinkan seseorang untuk menjadi bos atas dirinya sendiri atau tidak perlu membutuhkan kantor atau toko sekalipun untuk melancarkan usahanya.

Tentu saja karena jaringan internet yang semakin berkembang membuat usaha online kerap menjadi pilihan, terutama bagi generasi milenial.

Generasi milenial perlu mengenal cara menghasilkan pasif income melalui investasi.

Segera unduh secara gratis berbagai ebook Panduan Berinvestasi secara Mudah dan Praktis. Berikut daftar bukunya:

 

Jika seseorang berniat untuk melakukan usaha online demi tercapainya pasif income, lantas hal-hal apa sajakah yang perlu diketahui, dipersiapkan dan dipertimbangkan terutama berbagai kendala yang harus dihadapi?

 

#1 Membutuhkan Waktu yang Relatif Lama untuk Menghasilkan Pasif Income

Ternyata usaha online membutuhkan waktu yang relatif lama untuk menghasilkan pasif income. Tetapi, lama adalah mengenai waktu dan proses, bukan berarti tidak mungkin bukan?

Katakan saja, Anda melakukan usaha online seperti berjualan sebuah produk secara online melalui akun media sosial Anda atau web yang Anda kelola sendiri.

Keuntungan yang didapat memang relatif tidak terlalu besar dan ini tergantung dengan jumlah pembelian produk setiap harinya.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

#2 Tidak Membutuhkan Pengalaman yang Banyak, Pengetahuan dan Kemampuan Khusus

Untuk menjalankan sebuah usaha secara online ternyata tidak perlu membutuhkan pengalaman dengan tingkat tinggi dan juga kemampuan khusus. Ini tergantung pilihan usaha yang Anda ingin lakukan.

Jika Anda melakukan usaha online secara mandiri, misalnya menjadi penulis artikel atau menjadi affiliate marketer, tentu Anda membutuhkan setidaknya kemampuan menulis dan mempersuasi orang lain untuk mau membaca artikel Anda dan menjual produk dari perusahaan yang menjadi afiliasi dari web Anda.

Sumber Pendapatan Pasif yang Bisa Anda Peroleh Sekarang 01 - Finansialku

[Baca Juga: Buktikan! 7 Tips Mengajukan KPR Supaya Pengajuan Anda Segera Diterima Bank]

 

Bukan berarti pengusaha online shop juga tidak perlu memiliki kemampuan dalam penjualan.

Setidaknya kemampuan rata-rata juga sudah bisa membangun sebuah usaha online dan dengan tekad kuat untuk berusaha meskipun pada awalnya hanya mencoba-coba, namun seiring dengan waktu, pengusaha online akan mendapatkan berbagai pengalaman berharga sejalan dengan ketekunan mereka menjalani usaha online tersebut.

 

#3 Tidak Membutuhkan Modal yang Besar

Inilah keuntungan terbesar dari memulai sebuah usaha online, tanpa membutuhkan modal yang besar, bahkan modal sangat minim sekalipun.

Ada banyak usaha online yang bahkan tidak perlu membutuhkan modal besar (meskipun tetap memerlukan modal berupa barang yang digunakan untuk menghasilkan produk), misalnya jika Anda adalah seorang penulis artikel.

Nampaknya modal utama yang dibutuhkan hanyalah komputer atau laptop dan juga koneksi internet dan Anda bisa menghasilkan pundi-pundi keuntungan dari balik meja belajar di rumah Anda, bahkan dimanapun Anda berada, Anda bisa menghasilkan uang melalui laptop Anda.

Contoh lain, pengusaha online shop bisa saja mendapatkan peluang seperti dropshipping, tanpa membutuhkan tempat yang besar untuk menyimpan barang seperti toko atau gudang untuk tempat stok.

Selain itu, dropshipping juga memungkinkan penjual secara langsung mengirimkan barang dari produsen ke konsumen, layaknya distributor, tanpa harus membeli terlebih dahulu kepada pihak produsen.

 

#4 Bergantung Penuh kepada Pelanggan

Inilah salah satu kelemahan dari sebuah usaha online dimana pengusahanya harus bergantung penuh terhadap pelanggan. Jika ia tidak “memelihara” para pelanggan agar tidak pergi ke lain “hati”.

Disinilah pentingnya sebuah iklan dan promosi yang menggiurkan bagi para pelanggan dan membuat mereka tetap “nempel” pada produk yang Anda jual.

Mengusahakan sebuah usaha online perlu bekerja keras dalam menjangkau calon pelanggan dan juga memelihara para pelanggan tetap.

Pendapatan Pasif Online 01 Finansialku

[Baca Juga: Gaya Kepemimpinan Servant Leadership Ala Presiden Jokowi, Yang Harusnya Dimiliki Setiap Pemimpin Perusahaan]

 

Merencanakan keuangan tentu adalah salah satu strategi dalam menempuh kebebasan finansial dan menghasilkan pasif income.

Miliki ebook perencanaan keuangan Anda yang sesuai dengan usia Anda dengan men-download secara gratis dari Finansialku. Berikut ini daftar bukunya:

 

Tahapan Mencapai Pasif Income melalui Usaha Online

Berikut ini tahapan untuk mencapai pasif income melalui usaha online.

 

#1 Memiliki Ide Usaha dan Bekerja Keras

Ada banyak ide usaha untuk dijadikan sebagai usaha online. Pertanyaannya, apa yang akan Anda jual? Barang atau jasa? Dan seperti apakah produknya?

Intinya adalah menjual produk barang/jasa yang dibutuhkan oleh orang pada umumnya, itulah yang akan mendatangkan keuntungan yang cukup menjanjikan bagi usaha online Anda.

Setelah memiliki ide tentang produk barang/jasa yang akan Anda jual dan pasarkan, bekerjalah dengan keras untuk mengusahakannya berhasil dan memperoleh pelanggan yang banyak.

5 Investasi yang Cocok untuk Agen Asuransi 01 Karyawan - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Edukasi Keuangan di Tempat Kerja Dapat Meningkatkan Employee Engagement?]

 

#2 Mulai Mengusahakan Proyek

Setelah ide didapatkan, segeralah memulai proyek Anda dari hal kecil dan modal ketekunan dan kerja keras akan membuat Anda berhasil.

Usaha online memang kebanyakan tidak membutuhkan modal yang besar bahkan relatif kecil, inilah peluang yang sangat positif yang tidak boleh terlewatkan. Oleh sebab itu, segera mulai usahakan proyek Anda dan segera kumpulkan pundi-pundi keuntungan Anda.

 

#3 Penjualan Secara Otomatis

Semakin banyak pelanggan yang Anda dapatkan, semakin besar keuntungan yang mengalir dan uang Anda akan berputar dengan cepat. Inilah yang diinginkan kebanyakan orang melalui usaha secara online.

 

#4 Menghasilkan Uang

Setiap usaha tentu akan mendapatkan hasil, demikian juga usaha online yang Anda kerjakan dengan tekun dan kerja keras.

Dari omzet hasil penjualan, tentu Anda harus memutar kembali dana tersebut dan mengalokasikan ke setiap pos yang diperlukan, termasuk juga keuntungan yang perlu Anda dapatkan dari hasil omzet tersebut.

Gratis Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Pasif Income Offline

Setelah mengupas tentang pasif income secara online, kini kita akan membandingkan cara mendapatkan pasif income secara offline.

Apa saja yang perlu diketahui dan dipersiapkan untuk melakukan usaha secara offline untuk mengumpulkan pundi-pundi pasif income?

 

#1 Tidak Membutuhkan Waktu yang Lama untuk Memperoleh Pasif Income

Berbeda dengan usaha online, pasif income didapat dengan waktu yang relatif lebih cepat. Siapa yang tidak mau ya?

Tapi, tentu saja aka nada pengorbanan di awal yang harus direlakan. Apa itu? Tentu saja modal yang diperlukan pastinya akan lebih besar dan kita akan membahasnya pada poin ke-3.

728x90 hitung sekarang Kesehatan Keuangan
300x250 - Hitung Sekarang Kesehatan Keuangan

 

#2 Kemampuan, Pengalaman dan Pengetahuan yang Mumpuni

Karena keuntungan yang relatif cepat didapat, hasil yang cukup besar yang sebanding dengan modal, tentu saja kemampuan, pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni diperlukan bagi mereka yang ingin menghasilkan pasif income melalui usaha offline.

 

#3 Modal yang Relatif Besar

Seperti yang sudah dibahas pada poin pertama, usaha offline memang membutuhkan modal yang relatif besar pada awal memulai usaha ini, berbeda dengan usaha online yang membutuhkan modal relatif kecil.

Misalnya saja, jika Anda ingin mencoba usaha menjual baju secara offline, tentu Anda harus menyiapkan modal untuk membeli atau menyewa tempat jualan sebagai toko.

Pentingnya Kesejahteraan Karyawan Bagi Perusahaan 03

 [Baca Juga: Para Pebisnis Wanita, Simak 6 Strategi Bisnis yang Akan Mendatangkan Pertumbuhan]

 

Berbeda dengan usaha online yang bisa menjual barang dagangan melalui situs web atau media sosial dan tidak perlu menyewa tempat untuk membuka toko karena pelanggan akan mengakses produk barang/jasa melalui jaringan internet.

 

#4 Tidak Bergantung pada Pelanggan

Usaha offline nampaknya cenderung lebih unggul dibandingkan usaha online dari segi kebergantungan terhadap pelanggan. Misalnya usaha rumah kos.

Sang pengusaha tentu tidak perlu repot-repot untuk mengiklankan dan mencari pelanggan yang akan menyewa kamar kos, apalagi jika rumah kos terletak di daerah strategis seperti di kawasan perkantoran, universitas atau sekolah tinggi.

Mengapa demikian? Karena pelanggan sendiri yang akan mencari rumah kos karena kebutuhan mereka akan tempat tinggal sementara saat mereka bekerja atau berkuliah di daerah tersebut (terutama mereka yang merantau dari luar kota atau pulau). 

 

Tahapan Mencapai Pasif Income melalui Usaha Offline

Berikut ini tahapan untuk mencapai pasif income melalui usaha Offline.

 

#1 Diawali dengan Kerja Keras dan Pengetahuan

Untuk memulai usaha secara offline diperlukan modal yang besar. Untuk mengumpulkan modal tersebut tentu diperlukan kerja keras, kesabaran dan mengikuti proses sehingga terkumpul modal yang diperlukan untuk membangun usaha offline yang mampu menghasilkan pasif income.

Setelah dana terkumpul, tentu saja saat proses pengumpulan dana perlu dibarengi dengan mencari dan menggali pengetahuan tentang usaha offline yang rencana akan digeluti.

Jika hendak membangun sebuah usaha offline berupa rumah kos, tentu harus mengetahui info tentang daerah strategis atau kawasan yang cocok dibangun untuk rumah kos, termasuk kisaran harga rumah di daerah yang menjadi incaran dan keamanan lingkungan.

Ketahui Dulu Tips Memulai Pekerjaan Baru 02 Karyawan - Finansialku

[Baca Juga: Kisah Sukses Johnny Andrean Pendiri J.CO Donuts, BreadTalk dan Johnny Andrean Salon]

 

#2 Membeli Aset

Setelah dana terkumpul seiring dengan perencanaan yang mulai matang, tentu usaha offline memerlukan aset yang dibutuhkan untuk menghasilkan keuntungan, seperti usaha rumah kos, Anda membutuhkan aset berupa sebuah rumah yang dibangun dengan sejumlah kamar dan fasilitas yang diperlukan, sesuai target pasar dan kisaran harga sewa yang masuk akal.

 

#3 Membeli Aset lagi

Usaha offline memang erat kaitannya dengan aset. Semakin banyak aset yang dimiliki, maka akan semakin besar keuntungan yang diperoleh.

Oleh sebab itu, membeli aset lagi adalah langkah berikutnya setelah aset sebelumnya mampu menghasilkan keuntungan besar untuk membeli aset selanjutnya.

 

#4 Menghasilkan Keuntungan

Dari usaha offline yang diusahakan dengan sabar melalui kesabaran dan kerja keras, tentunya akan menghasilkan keuntungan yang sebanding.

Dari keuntungan yang didapatkan, perlu bijak dalam menentukan pembelian aset lainnya dan mengalokasikan dana untuk usaha lainnya yang lebih menguntungkan.

 

Manakah Pilihan Anda?

Ada banyak peluang usaha, baik itu online maupun offline yang dapat menghasilkan keuntungan yang pada akhirnya akan menjadi pasif income.

Usaha seperti apa yang akan menjadi pilihan Anda untuk menghasilkan pasif income Anda sendiri?

 

Usaha online atau usaha offline yang sekiranya Anda pilih saat ini dan mengapa? Berikan tanggapan dan komentar Anda pada kolom yang tersedia di bawah!

Anda dapat membagikan setiap artikel dari Finansialku kepada rekan-rekan dan kenalan Anda yang membutuhkan.

 

Sumber Referensi:

  • All-free-download. Online Passive Income vs Offline Passive Income. All-free-download.com – https://goo.gl/daamzm
  • Admin. 9 November 2017. Cara Memulai Bisnis Online Modal Kecil Bagi Pemula. Niagahoster.co.id – https://goo.gl/Sn6rTi
  • Admin. 5 Cara Memulai Bisnis Online Yang Menguntungkan Utk Pemula. Franchise-expo.co.id – https://goo.gl/pcTB14
  • Aan Rofik 8 Juli 2018. Langkah-Langkah Memulai Bisnis Online Bagi Pemula. Webhostmu.com – https://goo.gl/zw3MUZ
  • Yudi Cahyadi. 10 Agustus 2017. 11 Peluang Bisnis Online Dan Offline Terbaik Untuk Digeluti. Internetmaniablog.com – https://goo.gl/P2J9A1

 

Sumber Gambar:

  • Pasif Income Online dan Pasif Income Offline 01 – https://goo.gl/Hw1b64
  • Pasif Income Online dan Pasif Income Offline 02 – https://goo.gl/BGBfFu