HRD: Cara Mendidik Keuangan Karyawan Agar Tetap Sejahtera

Para HRD, sudah tahukah Anda bagaimana cara mendidik keuangan karyawan? Masih banyak sekali yang meremehkan peran edukasi keuangan di tempat kerja lho.

Untuk dapat menjawab beberapa pertanyaan tersebut, simak pembahasannya berikut ini pada artikel Finansialku.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Stres Keuangan

Tingkat stres karyawan terkait isu keuangan sudah mencapai angka yang sangat tinggi. Nyatanya, sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa isu keuangan adalah penyebab utama stres karyawan di tempat kerja.

Tingkat stres itu kemudian mempengaruhi karyawan secara negatif, baik dalam hubungan kerja dan urusan bisnis lainnya.

Sebagai contoh, mari melihat beberapa contoh kunci bisnis perusahaan yang terpengaruh oleh stres keuangan ini:

 

#1 Absen (Absenteeism)

70% dari absen terkait dengan penyakit yang disebabkan oleh stres. Beberapa studi berhasil mengidentifikasi bahwa isu keuangan adalah penyebab utama stres pada karyawan.

Sebagai contoh, studi American Psychological Association’s (APA) pada tahun 2010 mengenai “Stress in America” mengindikasikan 76% orang di Amerika mengalami stres akibat isu keuangan.

Studi lain dilakukan pada tahun 2003, dimana Garman and Kim mengindikasikan bahwa stres masalah keuangan ini menjadi kontributor utama dalam absen pekerjaan.

Absen ini tentunya mempengaruhi perusahaan, karena kejadiannya biasanya tak terduga. Dan ujung-ujungnya berpengaruh terhadap keuangan perusahaan juga.

Jadi mulailah meminimalisasi biaya dengan memfokuskan diri untuk meminimalisasi absen ini.

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

#2 Kehadiran yang Tidak Produktif (Presenteeism)

Menurut Integrated Benefits Institute, kehadiran yang tidak produktif atau presenteeism menyebabkan kehilangan waktu kerja 3 kali lebih besar daripada absen.

Dengan demikian, jika absen karyawan rata-rata adalah 5 hari per tahun, maka waktu kerja yang hilang setara dengan 20 hari per tahun. Dan akan ditambah dengan 15 hari tambahan dari ketidakproduktifan.

Personal Finance Employee Education Foundation (PFEEF) melaporkan bahwa 5 dari 15 hari tidak produktif tersebut diisi oleh kecemasan akan isu keuangan.

Cara Mendidik Keuangan Karyawan Agar Tetap Sejahtera 02 Stress - Finansialku

[Baca Juga: Para HRD Ketahui 5 Hal yang Harus Dibahas Pada Pelatihan Persiapan Pensiun Karyawan]

 

Contohnya adalah dengan berbincang-bincang soal beban tagihan kepada rekan kerja, curhat soal masalah keuangan, dan merenung soal keuangan.

Tidak diragukan lagi, karyawan yang menghabiskan waktu kerja dengan masalah keuangannya tentu lebih tidak produktif daripada mereka yang tidak.

 

#3 Biaya Kesehatan (Health Costs) Meningkat

42% dari karyawan menderita penyakit akibat isu keuangan, dan hal ini mengindikasikan bahwa stres keuangan berdampak negatif kepada kesehatan.

Beberapa dampak terburuk dari kecemasan keuangan adalah stres, kekhawatiran berlebih, depresi hingga sulit tidur. Jelas bahwa ini bisa mempengaruhi kesehatan secara negatif dan menimbulkan absen dalam pekerjaan.

Selain itu, biasanya hal ini juga mengakibatkan biaya administrasi dan kesehatan yang lebih tinggi.

 

#4 Produktivitas Menurun (Productivity Losses)

Meskipun kebanyakan dampak stres keuangan terhadap produktivitas ditunjukan dengan absen, kehadiran yang tidak produktif, dan peningkatan biaya kesehatan, studi menjelaskan bahwa dampak lainnya adalah penurunan produktivitas hingga 15% bagi rata-rata karyawan.

Apabila upah yang diterima di bawah rata-rata, biasanya nilai ini meningkat hingga 30%.

Penurunan produktivitas ini tentu berdampak juga terhadap perusahaan, dan biasanya dampaknya signifikan lho!

Telusuri Alasan dan Penyebab Gagalnya Bisnis Waralaba 01 Karyawan Stress - Finansialku

[Baca Juga: Ini Dia Hak Karyawan Berdasarkan UU Ketenagakerjaan yang Perlu Diketahui]

 

Dengan demikian banyak organisasi memilih untuk melakukan langkah proaktif untuk menurunkan tingkat stres dengan cara mendidik keuangan karyawannya.

Penasaran bagaimana caranya? Simak pembahasan Finansialku berikut ini:

 

Mendidik Keuangan Karyawan agar Tetap Sejahtera

Melihat beberapa dampak negatif stres keuangan tersebut, maka kuncinya adalah dengan mengurangi bahkan meminimalisasinya. Bagaimana caranya?

Tantangan menghadapi stres keuangan di tempat kerja sudah sering diteliti dan diupayakan. Salah satunya tentu dengan cara memberikan edukasi keuangan atau mendidik keuangan karyawan Anda.

Dengan demikian stres keuangan dapat ditekan dan karyawan kembali untuk profesional dalam menghasilkan kinerja yang baik.

Berikut merupakan beberapa cara mendidik keuangan karyawan versi Finansialku agar tetap sejahtera:

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

#1 Mengingatkan Kembali Tujuan, Visi, dan Misi Perusahaan

Karyawan tentu memiliki pola pikir berbeda dengan pemilik perusahaan. Seorang pemilik akan berupaya sedemikian rupa untuk mengembangkan perusahaannya secara maksimal sehingga memberikan keuntungan yang maksimal pula.

Sayang sekali biasanya karyawan tidak memikirkan hal ini. Umumnya, mereka bekerja hanya semata-mata demi kesejahteraan pribadinya. Kesejahteraan disini berarti kebebasan dari stres keuangan dan utang, serta mempersiapkan diri untuk keadaan darurat.

Untuk dapat mengubah hal ini, ada baiknya Anda secara berkala mengingatkan kembali apa tujuan, visi, misi perusahaan yang ingin dicapai bersama. Ajak mereka untuk bersama-sama berusaha.

Perlukah Program Kesejahteraan Karyawan Dari Survei PwC 2017, 53% Karyawan Stres Akibat Masalah Keuangan Keluarga 02 - Finansialku

[Baca Juga: 20 Cara Seorang Pemimpin Meningkatkan Semangat Kerja Tanpa Mengandalkan Uang. Silakan Anda Buktikan Sendiri!]

 

Apa untungnya bagi mereka? Jangan paksakan, jangan menekan karyawan! Namun jelaskan bagaimana kesejahteraan perusahaan dapat berpengaruh terhadap kesejahteraan pribadinya.

Artinya, saatnya meningkatkan employee engagement di perusahaan Anda.

 

#2 Mau Mendengar dan Sharing Kendala

Sebagai HRD ataupun pemimpin, penting untuk selalu mau mendengar. Karyawan yang stres keuangan umumnya membutuhkan seseorang yang dapat mendengarkan keluh kesahnya, disinilah peran Anda.

Dalam mengatasi masalah, dua kepala akan lebih baik dari satu. Mengapa? Tentunya karena Anda bisa saling berbagi kendala dan juga berbagi solusi.

Artinya, utamakan keterbukaan dalam tim, dan jadilah pendengar yang baik. Ajak pegawai-pegawai Anda berdiskusi, berbincang-bincang sederhana soal pekerjaan, brainstorming, ataupun sharing mengenai apa saja kendala yang dihadapi.

Posisikan diri Anda bukan sebagai HRD atau atasan, namun sebagai seorang sahabat yang siap membantu mereka mengatasi masalahnya.

 

#3 Mau Mendampingi Mereka

Bukan hanya berdiskusi, karyawan akan sangat terbantu saat Anda bersedia mendampinginya. Bukan berarti setiap hari dan setiap jam, namun secara berkala agar Anda dapat memantau kinerja pegawai.

Dengan mendampinginya, Anda juga akan meminimalisasi kesalahan dan karyawan juga tidak merasa disalahkan. Disini Anda akan merefleksikan jiwa kepemimpinan.

Faktor kepemimpinan berkontribusi terhadap employee engagement apabila karyawan merasa bahwa atasannya:

  • Memedulikan mereka secara mendalam
  • Mengomunikasikan tujuan perusahaan kepadanya
  • Bisa dipercaya

 

Para-HR,-Ini-Lho-Employee-Engagement-Menurut-Gallup-5-Finansialku

[Baca Juga: Sudahkah Anda Tahu: Tunjangan dan Kompensasi Kerja? Dan Bagaimana Cara Memanfaatkan dengan Benar?]

 

Hal kedua yang akan diminimalisasi dengan cara ini adalah kecemasan karyawan. Atasan yang menyadari isu ini dan membantu mereka menghadapinya adalah contoh sikap peduli.

Saat atasan jelas-jelas berperan dalam pekerjaan karyawan, termasuk dalam pendidikan keuangan ini, karyawan bisa melihat bukti jelas bahwa isu mereka sangatlah penting bagi atasannya.

Karyawan kemudian akan menerima edukasi ini secara lebih personal dan tidak terpaksa karena ikatan kerja.

Terlebih apabila perusahaan yang memutuskan untuk menyediakan edukasi keuangan ini secara gratis, karyawan merasa bahwa perusahaan berinvestasi jangka panjang dalam diri mereka.

Pada akhirnya, kepercayaan terhadap atasan dan perusahaan ini memunculkan rasa percaya karyawan. Mereka paham bagaimana atasan dan perusahaanya memedulikan mereka demi bersama-sama mencapai tujuan perusahaan.

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook Sekarang

 

#4 Menekankan Pentingnya Kerja Sama Tim

Pada akhirnya, edukasi keuangan akan mengurangi stres keuangan yang dialami karyawan. Tentunya hal ini mempengaruhi kinerja dan fungsi mereka dalam perusahaan.

Dengan hilangnya kecemasan dan ketakutan mereka akan isu keuangan, secara otomatis mereka akan lebih fokus dan bisa menghasilkan lebih optimal bagi tim dan perusahaannya.

Hubungan kerja yang baik akan terbentuk saat setiap anggota tim berkontribusi dengan baik sehingga tentunya edukasi keuangan juga berpengaruh terhadap hubungan kerja dalam tim.

 

#5 Meminimalisasi Rasa Terabaikan

Stres dalam kerja juga bisa muncul akibat karyawan yang merasa diabaikan oleh perusahaan. Saat Anda tidak melibatkan karyawan dalam proses-proses internal perusahaan, mereka akan merasa tidak bernilai bagi perusahaan.

Dengan edukasi keuangan yang efektif, organisasi menekankan nilai yang dapat dirasakan oleh karyawannya, dan secara langsung menunjukkan komitmen perusahaan kepada karyawannya.

Faktor yang satu ini sangat berdampak pada karyawan.

Apakah Sisa Cuti Dapat Diuangkan Temukan Jawabannya 01 Karyawan - Finansialku

[Baca Juga: 10 Tips Meningkatkan Produktivitas Kerja Setelah Pulang Kampung dan Libur Lebaran]

 

Selain itu, ini juga bisa dibilang sebagai balas jasa perusahaan dengan cara meningkatkan standar hidup karyawannya dengan memiliki pengetahuan manajemen keuangan yang lebih baik.

Nah, Anda juga bisa menyampaikan pesan kuat ini dengan membuat program edukasi keuangan yang efektif bagi karyawan perusahaan. Apabila tidak memungkinkan membuat program sendiri, Anda bisa meminta bantuan tenaga ahli edukasi keuangan.

HR, Apakah Perencanaan Sumber Daya Manusia Penting Mengapa Penting 01 Karyawan - Finansialku

[Baca Juga: 12 Cara Penyelesaian Konflik dan Resolusi Konflik di Tempat Kerja, No 5 adalah Cara yang Harus Anda Buktikan]

 

Sebagai contohnya adalah Finansialku, dimana para perencana keuangan di Finansialku.com adalah pemegang lisensi CFP® aktif dan bekerja sesuai dengan kode etik profesi perencana keuangan yang telah ditetapkan oleh Financial Planning Standards Board Indonesia.

Dengan demikian, Anda dengan mudah menyediakan edukasi keuangan yang terjamin dan terpercaya menggunakan jasa Finansialku. Anda bisa mulai dari sekarang dengan menghubungi kontak berikut ini:

Anda dapat menghubungi kami melalui formulir online, telepon (022 – 2056 5890) atau email (Solusi@Finansialku.com).

 

#6 Memberikan Pelatihan

Memberikan pelatihan merupakan sebuah keharusan. Baik dalam segi kompetensi dan keuangan. Mengapa demikian?

Pertama, pelatihan merupakan cara perusahaan untuk menunjukkan kepada karyawannya bahwa mereka itu PENTING. Mereka adalah aset perusahaan yang pantas untuk dikembangkan secara berkesinambungan.

Kedua, kompetensi dan pola pikir karyawan akan meningkat. Dengan demikian stres keuangan akan menurun dan muncul peningkatan dalam pekerjaannya.

Trik Jadi Pemimpin yang Baik, Disegani dan Disukai Karyawan 01 - Finansialku

[Baca Juga: 12 Cara Penyelesaian Konflik dan Resolusi Konflik di Tempat Kerja, No 5 adalah Cara yang Harus Anda Buktikan]

 

Singkatnya, karyawan akan semakin produktif dalam bekerja. Semakin tinggi produktivitas, karyawan akan mampu dibayar lebih tinggi. Hal ini akan kembali ke poin kesejahteraan keuangan yang sedang dituju dalam artikel ini.

Jadi, pelatihan ini memang memberikan manfaat bagi karyawan sekaligus bagi perusahaan yang pada akhirnya akan merasakan manfaat dari pengembangan karyawannya.

Namun satu tantangan eksternal pada poin ini yaitu semakin baik karyawan terbentuk dalam perusahaan, semakin mudah kehilangan karyawan karena dibajak oleh perusahaan lain sehingga Anda perlu mencari cara untuk mempertahankan karyawan.

 

Mari Mulai Mendidik Keuangan Karyawan

Sebuah studi mendemonstrasikan hubungan antara penurunan stres keuangan dan efeknya terhadap employee engagement.

Artinya, karyawan dengan stres keuangan tinggi mendemonstrasikan engagement lebih rendah dengan organisasinya.

Memberikan edukasi keuangan sebagai bagian dari integrasi employee engagement akan memberikan peningkatan positif bagi perusahaan juga.

Semakin karyawan terdidik, akan semakin meningkatkan aspirasi karyawan untuk maju, mereka juga akan semakin kritis dan semakin baik dalam bekerja secara profesional.

Jadi, jangan anggap hal ini hanya sebagai keuntungan bagi karyawan, namun sebagai cara Anda dalam memajukan perusahaan juga.

Jadi, tunggu apa lagi, segera berikan pendidikan keuangan bagi karyawan Anda demi kesejahteraan keuangan bagi karyawan dan perusahaan yang lebih baik!

Selamat Mencoba!

 

Apakah Anda memiliki tanggapan atau opini terhadap cara mendidik keuangan karyawan?

Silakan beri jawaban Anda pada kolom di bawah ini, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Bisnis Hack. 7 Cara Untuk Mendidik Pegawai Tanpa Membuat Mereka Merasa Disalahkan. Bisnishack.com – https://goo.gl/RHUNCe
  • Paulus Bambang WS. Membuat Karyawan Semakin Terdidik Agar Semakin Sejahtera. Portalhr.com – https://goo.gl/tFSu8W
  • Brett Beal & Brian Nelson Ford. The Link Between Employee Engagement and Workplace Financial Education. Icbautah.org – https://goo.gl/L1G8L5

 

Sumber Gambar:

  • Cara Mendidik Keuangan Karyawan – https://goo.gl/bfMLuj
  • Karyawan Stres – https://goo.gl/CzftwD
Summary
HRD: Cara Mendidik Keuangan Karyawan Agar Tetap Sejahtera
Article Name
HRD: Cara Mendidik Keuangan Karyawan Agar Tetap Sejahtera
Description
Para HRD, sudah tahukah Anda bagaimana cara mendidik keuangan karyawan? Masih banyak sekali yang meremehkan peran edukasi keuangan.
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo

About the Author:

Fransiska Ardela, S.T
Fransiska Ardela, S.T. memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan. Memiliki ketertarikan dan pengalaman di bidang pendidikan, product management, dan entrepreneurship.

Leave A Comment